Angkasa mengolah citra satelit menjadi peringatan dini untuk Indonesia: deforestasi, garis pantai, dan panen, dipantau dari orbit setiap hari.
Kami bekerja per program, bukan per lisensi. Satu program berjalan tiga sampai lima tahun dan berakhir dengan laporan yang bisa dibaca orang di luar bidang ini.
Deteksi perubahan tutupan di 34 juta hektar, dengan peringatan rata-rata 26 jam setelah citra turun. Dibiayai satu kementerian dan dua yayasan, dan datanya terbuka untuk publik dengan jeda tujuh hari.
Pengukuran abrasi dan sedimentasi sepanjang 1.100 kilometer pantai utara dan selatan Jawa, dua kali sebulan, dengan ketelitian 1,5 meter. Enam pemerintah daerah ikut membiayainya.
Prakiraan panen padi tingkat kecamatan di 214 kecamatan, diperbarui tiap sepuluh hari. Kesalahan rata-rata 8,4 persen terhadap ubinan resmi, dan angka kesalahan itu kami terbitkan tiap musim, bukan hanya saat bagus.
Merancang dan menguji muatan pencitraan untuk satelit mitra. Tiga puluh empat bulan dari rancangan sampai peluncuran, dan kami tidak menerima pesanan yang jadwalnya di bawah dua puluh empat bulan.
Kami tidak membuat satelit, tidak meluncurkan, dan tidak menjual citra mentah. Yang kami jual adalah muatan, model, dan program. Citra radar juga di luar kemampuan kami, dan untuk wilayah yang tertutup awan sepanjang tahun itulah jawaban yang benar.
Sebelum program ini, laporan pembalakan sampai ke petugas rata-rata 184 hari setelah kejadian, hampir selalu dari laporan warga. Kendalanya bukan ketersediaan citra, melainkan bahwa petugas lapangan tidak pernah menerima koordinat yang bisa dipakai berangkat.
Peringatan turun menjadi rata-rata 26 jam, dengan koordinat sampai ketelitian 3 meter. Dari 1.412 peringatan tahun 2024, 1.106 diperiksa lapangan dan 78 persen terbukti pembalakan. Sisanya tumbang alami dan bayangan awan tipis.
Garis pantai bergerak terlalu lambat untuk dirasakan dan terlalu cepat untuk diabaikan. Peta yang dipakai perencana daerah saat program dimulai berumur sembilan tahun.
Pengukuran dua kali sebulan dengan ketelitian 1,5 meter sejak 2023. Pada satu ruas sepanjang 14 kilometer, garis pantai mundur rata-rata 11,4 meter per tahun, dan angka itu kini dipakai dalam revisi tata ruang dua kabupaten.
Muatan kami dijadwalkan tiga hari sebelum lintasan. Permintaan mendadak hampir selalu ditolak, karena orbit tidak bisa dibelokkan untuk satu permintaan.
Orbit selaras matahari melewati titik yang sama pada jam yang hampir sama setiap kunjungan, sehingga panjang bayangan bisa dibandingkan antar tanggal tanpa dikoreksi ulang.
Lewat Rumpin, Parepare, atau Biak, tergantung stasiun mana yang lebih dulu melihat satelitnya. Biak paling sering dipakai untuk wilayah timur.
Koreksi atmosfer dan penyelarasan ke citra dasar. Citra dengan tutupan awan di atas 40 persen dibuang, dan antara Desember dan Maret itu berarti dua dari tiga citra.
Pembandingan piksel dengan riwayat empat tahun. Setiap perubahan diberi skor keyakinan, dan yang di bawah 0,6 tidak pernah dikirim sebagai peringatan.
Berisi koordinat, tanggal citra sebelum dan sesudah, dan skor keyakinan. Tanpa ketiganya kami tidak menyebutnya peringatan, hanya dugaan.
Yang kami pakai bukan petanya, melainkan tiga baris: koordinat, tanggal citra sebelum dan sesudah, dan skor keyakinan. Dengan tiga baris itu petugas berangkat. Tanpa skor keyakinan kami tidak berangkat, karena bensin ada batasnya.Kepala bidang pengawasan, sebuah dinas kehutanan provinsi
Tidak. Kami mengoperasikan muatan pencitraan di tiga satelit mitra pada orbit 512 kilometer, dan membeli citra konstelasi global untuk pembaruan harian. Membuat satelit sendiri akan memakan lima tahun dan tidak membuat modelnya lebih baik satu persen pun.
Dari 1.106 peringatan pembalakan yang diperiksa lapangan pada 2024, 78 persen terbukti. Pada 2023 angkanya 71 persen, dan kami menerbitkan catatan teknis sepanjang sebelas halaman tentang kenapa 29 persen sisanya salah.
Bisa, dan enam sudah ikut di Program Garis Pantai. Biayanya Rp340.000.000 per tahun per pemerintah daerah dengan minimum tiga tahun, dan datanya tetap terbuka untuk publik dengan jeda tujuh hari.
Karena pemilik wilayah perlu waktu memeriksa sebelum angkanya beredar. Tujuh hari adalah kesepakatan, bukan aturan, dan permintaan penundaan yang lebih lama kami tolak. Sudah dua kali kami menolak, dan keduanya kami catat.
Buruk. Citra dengan tutupan awan di atas 40 persen dibuang, dan antara Desember dan Maret dua dari tiga citra dibuang. Untuk wilayah yang butuh pemantauan sepanjang tahun, citra radar lebih tepat, dan kami tidak mengerjakan radar.
Tiga sampai lima tahun. Program di bawah dua tahun kami tolak, karena satu musim saja tidak cukup untuk memisahkan perubahan tutupan dari perubahan cuaca.
Jalan Cisitu Lama 21, Bandung, dengan laboratorium muatan di Rancaekek
Senin sampai Jumat, 08.30 sampai 17.00 WIB