Atma meracik parfum dari bahan Nusantara: akar wangi Garut, pala Banda, melati Solo. Diracik kecil-kecilan, diberi nomor batch, dan tidak pernah dibuat ulang persis sama.
214 bahan di meja kerja, enam puluh satu di antaranya dari Indonesia6 minggu maserasi sebelum satu botol pun diisi120 botol per batch, dinomori satu per satu dengan tangan1 orang yang meracik, dan jumlah itu tidak akan bertambah
Kepala geosmin dan daun jeruk purut, jantung akar wangi Garut, dasar cedar dan benzoin Sumatra. Eau de parfum 18 persen, 50 ml. Sedang di batch 11.
Rp685.000
Kepala lada hitam Lampung dan kulit jeruk purut, jantung pala Banda dan cengkih Ternate, dasar kemenyan dan kayu manis. 50 ml, batch 06.
Rp725.000
Melati sambac dari Solo yang dipetik pukul 04.30 dan diantar hari itu juga, jantung sedap malam, dasar benzoin Sumatra dan cendana. 50 ml, batch 08.
Rp685.000
Kepala mint dan bergamot, jantung teh hijau Tambi, dasar akar wangi yang diasapi dan lumut oak. Paling ringan di koleksi ini, dan yang paling cepat hilang, sekitar lima jam. 50 ml, batch 04.
Rp745.000
Empat vial 2 ml, seluruh koleksi. Harganya dipotong penuh dari botol pertama yang kamu beli dalam enam bulan berikutnya.
Rp385.000
Akar wangi dari koperasi penyuling di Samarang, Garut, dalam jeriken lima liter. Pala dari satu keluarga di Banda Neira. Melati dipetik 04.30 di Solo dan sampai di Bandung sore harinya, karena melati yang menginap sudah bukan melati yang sama.
Satu formula butuh dua puluh sampai empat puluh percobaan, masing-masing sepuluh mililiter, dicatat tangan di buku dengan nomor dan tanggal. Formula yang tidak jadi tetap disimpan, dan sekitar setengahnya memang tidak pernah jadi.
Di lemari gelap pada 18 derajat. Tidak ada cara mempercepat ini. Parfum yang dibotolkan minggu kedua baunya seperti bahan yang belum saling kenal.
Didinginkan ke 4 derajat selama dua hari, lalu disaring supaya lilin alami dari absolut tidak mengeruhkan botol. Sekitar tiga persen isi hilang di tahap ini dan itu memang seharusnya begitu.
Seratus dua puluh botol per batch, nomor ditulis tangan di label belakang bersama bulan pembotolan. Nomor itu yang kamu sebut kalau suatu hari batchnya terasa berbeda.
Akar wangi yang disuling bulan Maret dan bulan September berasal dari tanah yang sama tetapi tidak berbau sama. Yang Maret lebih basah dan bertanah, yang September lebih kering dan berasap. Selisihnya kecil, tetapi cukup untuk terasa di jantung Hujan Pertama.
Pabrik besar menyelesaikan masalah ini dengan mencampur puluhan panen menjadi satu profil standar, lalu menambahkan molekul sintetis untuk menutup selisihnya. Itu pekerjaan yang sah dan hasilnya konsisten. Kami tidak melakukannya, bukan karena lebih mulia, tetapi karena dengan seratus dua puluh botol per batch kami tidak punya cukup bahan untuk mencampur apa pun.
Jadi kami tulis saja nomornya. Batch 11 Hujan Pertama dibotolkan pada bulan kelima dan akar wanginya dari sulingan Maret. Batch 12 akan memakai sulingan September dan akan lebih kering. Kalau kamu menyukai yang satu dan tidak menyukai yang lain, sebut nomornya, dan kalau kami masih punya sisa batch lama kami kirim vial dua mililiter tanpa biaya.
Hujan Pertama benar-benar seperti aspal Progo sehabis gerimis sore. Saya tidak tahu kangen bisa disemprot.Pembeli batch 07
Saya menulis bahwa batch 09 terasa lebih kering dari batch 06, dan dibalas dengan penjelasan panen mana yang dipakai, bukan dengan bantahan.Pelanggan Melati Malam sejak 2021
Empat vial percobaan itu cara paling jujur menjual parfum. Saya butuh tiga hari untuk tahu bahwa yang paling saya suka justru yang paling tidak saya duga.Pembeli pertama kali, Jakarta
Kabut Dieng hilang di jam kelima, persis seperti yang mereka tulis di halaman koleksinya. Saya menghargai penjual yang menuliskan kelemahan produknya sendiri.Pelanggan isi ulang, Yogyakarta
Hujan Pertama benar-benar seperti aspal Progo sehabis gerimis sore. Saya tidak tahu kangen bisa disemprot.Pembeli batch 07
Saya menulis bahwa batch 09 terasa lebih kering dari batch 06, dan dibalas dengan penjelasan panen mana yang dipakai, bukan dengan bantahan.Pelanggan Melati Malam sejak 2021
Empat vial percobaan itu cara paling jujur menjual parfum. Saya butuh tiga hari untuk tahu bahwa yang paling saya suka justru yang paling tidak saya duga.Pembeli pertama kali, Jakarta
Kabut Dieng hilang di jam kelima, persis seperti yang mereka tulis di halaman koleksinya. Saya menghargai penjual yang menuliskan kelemahan produknya sendiri.Pelanggan isi ulang, Yogyakarta
Eau de parfum 18 persen memberi enam sampai sembilan jam untuk Hujan Pertama, Pasar Rempah, dan Melati Malam. Kabut Dieng hanya sekitar lima jam karena bahannya ringan, dan itu tidak bisa kami perbaiki tanpa mengubah aromanya.
Karena kalau batch sedang habis, botolnya baru diisi setelah batch berikutnya selesai maserasi. Kami tidak menyimpan stok besar, dan kami tidak akan memotong enam minggu maserasi untuk mengejar pesanan.
Dua slot per bulan di meja Bandung. Tiga pertemuan masing-masing dua jam, minimum seratus mililiter, biaya Rp9.500.000 termasuk dua botol jadi. Formulamu kami simpan dan tidak dijual ke siapa pun.
Tidak. Ini satu-satunya permintaan yang selalu kami tolak, dan setidaknya empat kali setahun ada yang menanyakannya. Kalau yang kamu cari adalah aroma tertentu, belilah aroma itu.
Bawa atau kirim botol yang sama, dan isi ulang tiga puluh persen lebih murah dari botol baru, selamanya, tanpa batas berapa kali. Botolnya kami cuci dengan etanol dan dikeringkan dua hari sebelum diisi.
Kemasan kurir khusus cairan dengan asuransi penuh, dan kami ganti baru kalau pecah, tanpa perlu foto pecahannya. Pengiriman ke luar negeri tidak kami layani karena parfum dianggap barang berbahaya dan kami belum sanggup mengurus izinnya.
Jalan Progo No 12, Bandung
Rabu sampai Minggu, 11.00 sampai 19.00. Senin dan Selasa meja kerja tutup untuk meracik.
Pesan lewat WhatsApp