Selat, timlo, dan tengkleng, seperti di rumah eyang
Buka buku menunya dengan menarik ujung halaman atau menekan panah. Setiap hidangan tertulis dengan harga dan isinya, termasuk mana yang pedas.
Kenapa selat kami tidak memakai mayones
Selat solo lahir dari dapur Belanda dan dijadikan Jawa di keraton Kartasura: daging panggangnya menjadi galantin, sausnya menjadi kuah encer manis dengan pala, dan mayonesnya menjadi mustard dari kuning telur rebus yang dilumatkan, cuka, dan sedikit gula. Sekitar tahun delapan puluhan banyak rumah makan mulai memakai mayones botolan, karena lebih cepat.
Bu Endang, yang membuka dapur ini tahun 1986, tidak pernah ikut berubah. Mustard kuning telur dibuat setiap pagi, satu mangkuk, dan kalau habis kami memberi tahu meja daripada membuka botol. Di hari Minggu yang ramai itu terjadi sekitar pukul satu siang.
Kalau kamu tumbuh dengan versi mayones, selat kami akan terasa lebih tajam dan lebih encer. Itu cara lama, dan menurut kami itu cara yang benar.
Ayah saya memesan selat yang sama di sini tahun 1990. Bulan lalu saya memesannya dan mustardnya persis seperti yang ia ceritakan.Hendra Wibisono, Jakarta
Kami memesan pendopo untuk ulang tahun ketujuh puluh ibu, tiga puluh orang di atas tikar pandan. Mereka dua kali bertanya apakah ada yang tidak makan kambing.Ratna Sari, Laweyan
Tengklengnya cepat habis di hari kerja. Telepon dulu kalau datang lewat pukul satu.Bagas Prakoso, pelanggan sejak 2019
Yang paling sering ditanyakan tamu pertama
Mana yang pedas
Garang asem dan sate buntel pedas, dan ditandai di menu. Yang lain tidak pedas, sambalnya terpisah.
Ada yang tanpa kambing
Sebagian besar menu. Tengkleng dan sate buntel dari kambing, selat dari sapi, timlo, liwet, dan garang asem dari ayam.
Boleh membawa kue
Boleh, untuk ulang tahun. Kami simpan di kulkas dan keluarkan bersama piring dan pisau, tanpa biaya.
Ada parkir
Mobil parkir di halaman depan, paling banyak delapan. Di Minggu pagi penuh sebelum pukul sembilan, jadi lebih mudah di jalan.
Bisa antar
Lewat aplikasi pesan antar di dalam kota Solo. Tengkleng dan selat tahan di jalan, serabi paling enak dimakan di sini selagi hangat.
Kabari dulu kalau datang enam orang atau lebih
Jalan Dr. Rajiman 401, Laweyan, Surakarta
Senin sampai Jumat 11.00 sampai 22.00, Sabtu dan Minggu 08.00 sampai 22.00