Saya memotret orang di momen mereka berhenti berpura-pura. Coba saja: diamkan kursormu dua detik, dan galeri ini akan menyusun dirinya untukmu.



Empat belas keluarga petani di Kalirejo dan Banjararum, dipotret selama empat musim panen dari 2019 sampai 2023. Saya kembali lima kali ke setiap rumah, karena wajah orang berubah antara tanam dan panen.
Enam puluh dua potret, dipamerkan di Jogja Gallery pada 2021 dan dicetak sebagai buku kecil sebanyak 300 eksemplar.
Ibu saya menolak difoto selama sembilan tahun. Ketika akhirnya setuju, ia hanya mau di kamarnya sendiri, pukul enam pagi, dan tidak lebih dari dua belas lembar.
Dua belas lembar itu jadi pameran tunggal ketiga di Sangkring Art Space pada 2024, dan satu-satunya seri yang tidak saya jual.
Dua puluh delapan pedagang Pasar Beringharjo, masing-masing diberi jeda enam belas menit saat pasar sepi. Kamera format besar butuh tiga menit untuk disiapkan, jadi sisanya kami pakai untuk diam bersama.
Dimuat di majalah Tempo edisi Agustus 2022 dan jadi alasan tujuh publikasi berikutnya menghubungi saya.
Tiga jam di studio Tirtodipuran, dua belas lembar film, dan waktu untuk berhenti berpura-pura.
Tiga jam, jadwal mengikuti cahaya, Dua belas lembar 4x5, tidak lebih, Empat cetak serat perak 20 x 25 cm, Kontak print dalam sembilan hari
Rp4.800.000satu sesi
Sesi pertama untuk lelah, sesi kedua untuk wajah yang sebenarnya. Orang berubah di antara keduanya.
Dua sesi tiga jam, Dua puluh empat lembar 4x5, Delapan cetak serat perak, Pemilihan bersama di studio
Rp8.600.000dua sesi berjarak dua minggu
Untuk keluarga, komunitas, atau tempat yang perlu dilihat lebih dari sekali.
Minimal enam kunjungan dalam satu tahun, Biaya perjalanan ditulis terpisah, Hak cetak ada padamu, negatif tetap di laci saya, Opsi buku kecil 300 eksemplar
Mulai Rp38.000.000satu tahun
Damar tidak pernah menyuruh saya tersenyum. Ia memasang kamera selama tiga menit, lalu kami duduk diam sampai saya lupa sedang difoto. Lembar kesembilan itu satu-satunya foto saya yang tidak terasa seperti orang lain.Ibu Tuginah, petani di Kalirejo, seri Lumbung
Satu lembar film 4x5 berharga sekitar dua puluh dua ribu rupiah dan butuh tiga menit untuk dipasang. Batas dua belas membuat kita berdua berhitung sebelum menekan, dan itu yang membuat sesinya tenang.
Hampir semua orang kaku di empat puluh menit pertama. Sesi saya tiga jam justru supaya ada waktu untuk bosan dulu. Potret yang saya pakai hampir selalu lembar kedelapan ke atas.
Studio ini punya satu jendela utara selebar 2,4 meter dan tidak punya lampu kilat satu pun. Itu sebabnya sesi berhenti pukul 15.30 dan tidak ada sesi di hari hujan lebat.
Kontak print dalam sembilan hari, cetak serat perak dalam dua puluh satu hari kerja. Saya mencuci film sendiri di kamar gelap belakang studio, jadi antreannya nyata.
Tidak. Kamu dapat kontak print seluruh sesi dan cetak dari lembar yang kita pilih bersama. Negatifnya tetap di laci saya, dan saya tidak menjual file mentah.
Tidak, dan ini bukan soal harga. Kamera format besar butuh tiga menit per lembar, dan pernikahan tidak pernah menunggu tiga menit.
Ceritakan siapa yang akan duduk dan kenapa sekarang. Saya balas dalam dua hari kerja dengan tanggal yang masih kosong dan jam berapa cahayanya paling baik untuk wajah itu.