Gulir dan lembar kontak di atas memilih sendiri: pensil merah melingkari bingkai yang naik cetak, satu per satu. Memilih adalah setengah dari pekerjaan ini, dan bagian yang paling jarang ditunjukkan.
Delapan orang di rumah yang sempit, dengan nenek yang lelah setelah dua puluh menit dan anak kecil yang tidak mau diam. Waktu, bukan cahaya, yang menjadi kendalanya.
Sesi dipecah menjadi tiga blok dua puluh menit dalam satu sore. Empat puluh bingkai jadi, enam dicetak besar.
Delapan ratus anggota di enam desa, dan anggaran yang hanya cukup untuk dua hari di lapangan.
Dua hari, enam desa, 1.100 bingkai. Sembilan puluh dipakai di laporan, semuanya diserahkan ke koperasi.
Warung yang tutup setelah empat puluh satu tahun. Pemiliknya ingin dapurnya tercatat sebelum dibongkar, bukan dipercantik.
Satu hari penuh, 180 bingkai, dan satu album cetak arsip yang sekarang ada di rumah anaknya.
Sendiri, Jakarta
Potret keluarga, dokumenter untuk lembaga, dan arsip pribadi. Rata-rata dua puluh empat penugasan setahun.
Majalah Rumah dan Kota
Memotret rumah, bengkel, dan pasar untuk enam belas edisi. Di sini kebiasaan menulis keterangan bingkai dimulai.
Studio Empat Lima
Menyiapkan lampu, menjaga lembar kontak, dan belajar bahwa memilih lebih lama daripada memotret.
Ceritakan acaranya, tanggalnya, dan di mana. Saya balas dengan ketersediaan dan biaya, tanpa perlu bertemu dulu.