Tenun ikat Sumba Timur, dari rumah kami
Setiap helai punya nama penenunnya.
Kami menenun hinggi dan lau dengan pewarna dari akar dan daun, empat sampai delapan bulan untuk satu kain. Dekatkan kaca pembesar: ikatannya terlihat helai demi helai.
Gerakkan kaca pembesar di atas kain
Karya di rumah tenun
Setiap kain bertuliskan nama yang menenunnya dan berapa bulan pengerjaannya.
Dari kapas sampai kain
Lima tahap, empat sampai delapan bulan, semuanya di halaman rumah kami.
Tahap 1 · 3 minggu
Memintal
Kapas dipintal menjadi benang dengan jungga, lalu digulung.
Tahap 2 · 6 minggu
Mengikat
Benang lungsin direntang di rangka, lalu motif diikat dengan tali gewang helai demi helai.
Tahap 3 · 4 minggu
Mencelup nila
Dicelup berulang di tempayan nila sampai birunya dalam. Bagian yang terikat tetap putih.
Tahap 4 · 6 minggu
Mencelup mengkudu
Sebagian ikatan dibuka, lalu dicelup akar mengkudu untuk merahnya.
Tahap 5 · 8 minggu
Menenun
Benang yang sudah bermotif ditenun di alat tenun gedogan, sejengkal sehari.
Yang menenun
Mama Rambu Kahi
Penenun · sejak 1981
Ina Lowa
Pewarna · sejak 1995
Umbu Djama
Pengikat motif · sejak 2004
Kata pembeli
Mama Rambu mengirim foto kainnya di setiap celupan. Waktu kain itu sampai, rasanya saya ikut menunggu tujuh bulan.
Warnanya tidak luntur setelah tiga kali dicuci tangan, persis seperti yang dijelaskan.
Kami memesan hinggi dengan motif kuda untuk pernikahan anak kami. Motifnya diceritakan satu per satu.
Kain untuk keluargamu, dengan motif yang kamu pilih.
Ceritakan untuk siapa dan untuk acara apa. Kami kirim foto setiap tahap lewat WhatsApp.