Tenun ikat Sumba Timur, dari rumah kami

Setiap helai punya nama penenunnya.

Kami menenun hinggi dan lau dengan pewarna dari akar dan daun, empat sampai delapan bulan untuk satu kain. Dekatkan kaca pembesar: ikatannya terlihat helai demi helai.

Hinggi KombuDitenun oleh Mama Rambu Kahi · 7 bulanRp12.500.000

Gerakkan kaca pembesar di atas kain

Karya di rumah tenun

Setiap kain bertuliskan nama yang menenunnya dan berapa bulan pengerjaannya.

Ditenun oleh Mama Rambu Kahi dan Ina Lowa

Hinggi Nila

Rp9.800.000

Tanya karya ini

Semua karya

Dari kapas sampai kain

Lima tahap, empat sampai delapan bulan, semuanya di halaman rumah kami.

  1. Tahap 1 · 3 minggu

    Memintal

    Kapas dipintal menjadi benang dengan jungga, lalu digulung.

  2. Tahap 2 · 6 minggu

    Mengikat

    Benang lungsin direntang di rangka, lalu motif diikat dengan tali gewang helai demi helai.

  3. Tahap 3 · 4 minggu

    Mencelup nila

    Dicelup berulang di tempayan nila sampai birunya dalam. Bagian yang terikat tetap putih.

  4. Tahap 4 · 6 minggu

    Mencelup mengkudu

    Sebagian ikatan dibuka, lalu dicelup akar mengkudu untuk merahnya.

  5. Tahap 5 · 8 minggu

    Menenun

    Benang yang sudah bermotif ditenun di alat tenun gedogan, sejengkal sehari.

Seluruh proses

Yang menenun

  • Mama Rambu Kahi

    Penenun · sejak 1981

  • Ina Lowa

    Pewarna · sejak 1995

  • Umbu Djama

    Pengikat motif · sejak 2004

Semua pengrajin

Kata pembeli

Mama Rambu mengirim foto kainnya di setiap celupan. Waktu kain itu sampai, rasanya saya ikut menunggu tujuh bulan.
Ibu RatihJakarta
Warnanya tidak luntur setelah tiga kali dicuci tangan, persis seperti yang dijelaskan.
YohanesKupang
Kami memesan hinggi dengan motif kuda untuk pernikahan anak kami. Motifnya diceritakan satu per satu.
Keluarga LendeWaikabubak

Kain untuk keluargamu, dengan motif yang kamu pilih.

Ceritakan untuk siapa dan untuk acara apa. Kami kirim foto setiap tahap lewat WhatsApp.