Batik Tulis, Digambar Tangan di Surakarta

Setiap helai punya nama dan asal usul

Larasati menjual batik tulis dari pembatik Surakarta dan Lasem: motif yang digambar tangan, diwarnai alam, dan datang dengan cerita perajinnya.

100% tulis tanganPewarna alamLangsung dari perajin

11

pembatik di bengkel Kauman, lima di antaranya sudah lewat dua puluh tahun

26

kain selesai setahun, sekitar dua setiap bulan

22

minggu untuk kain paling lama, yaitu Truntum

0

kain cap atau cetak yang pernah kami jual

Empat kain yang sedang ada di lemari

Parang Rusak Klasik

Parang Rusak KlasikKarya unggulan

Mori primisima 260 x 105 cm, soga alam. Nglowong oleh Ibu Sriyani dengan canting 0,5 mm, lilin dijaga 72 derajat. Sebelas minggu, selesai Maret.

Rp4.800.000

Sekar Jagad Lasem

Sekar Jagad Lasem

Tiga warna pesisiran, termasuk merah getih pitik yang hanya jadi di air Lasem. Kainnya bolak-balik dua kali antara Kauman dan Lasem. Empat belas minggu.

Rp5.600.000

Kawung Indigo

Kawung Indigo

Tujuh belas celupan indigo dari satu jambangan yang difermentasi dua belas hari, masing-masing dua puluh menit lalu diangin tiga jam. Sembilan minggu.

Rp3.200.000

Truntum Pengantin

Truntum Pengantin

Hanya dikerjakan Ibu Painem, 71 tahun, yang menyelesaikan tiga kain setahun dan menolak menggambar motif lain. Dua puluh dua minggu.

Rp6.400.000

Sebelas tangan pada satu kain

  1. Nyorek, Ibu Sriyani

    Pola digambar pensil di atas mori primisima yang sudah dikanji dan dipukul tiga hari. Ibu Sriyani, 63, sudah tiga puluh satu tahun mengerjakan tahap ini dan masih menolak memakai pola cetak.

  2. Nglowong, Ibu Sriyani

    Garis pertama lilin dengan canting bermata 0,5 mm. Lilin racikan kami sendiri: gondorukem 55 persen, damar matakucing 20, malam tawon 15, parafin 10, dijaga 72 derajat di wajan kecil. Ia bekerja 08.00 sampai 13.00 saja, karena setelah lima jam matanya tidak lagi bisa dipercaya.

  3. Isen-isen, Ibu Wagiyem

    Cecek dan sawut, titik dan garis halus pengisi bidang, dengan canting 0,3 mm. Satu kain Parang butuh sekitar sembilan ribu titik dan memakan tiga minggu penuh.

  4. Nembok, Pak Kusnadi

    Bidang yang harus tetap putih ditutup lilin tebal di kedua sisi kain. Kalau tembokannya tipis, warna merembes dan kain itu tidak bisa diselamatkan.

  5. Medel dan nyoga, Mas Bayu dan Pak Kusnadi

    Indigo dari daun Indigofera yang difermentasi dua belas hari, sebelas sampai delapan belas celupan. Soganya dari kulit tingi, kayu tegeran, dan kulit jambal dengan perbandingan 3:2:1, direbus enam jam.

  6. Nglorod, setiap Senin

    Lilin diluruhkan di air mendidih. Kami hanya melakukannya hari Senin karena butuh satu tungku penuh dan waktu seharian, dan itu sebabnya bengkel tutup untuk tamu di hari itu.

Empat tahap yang tidak bisa dilewati

Canting yang diistirahatkan di tepi wajan lilin
Canting menunggu lilin turun ke 72 derajat
Garis lilin pertama di atas mori putih
Nglowong, garis pertama yang tidak bisa dihapus
Kain diangkat dari jambangan indigo
Celupan kesebelas, warnanya baru jadi biru setelah kena udara
Motif utuh setelah lilin diluruhkan
Setelah nglorod, motif dan namanya baru boleh disebut

Warnanya tidak jadi di dalam bak, melainkan di udara

Kainnya datang dengan kartu bertuliskan nama Ibu Painem dan dua puluh dua minggu yang ia pakai. Saya membacanya di depan ibu saya dan kami berdua diam lama sekali.Pembeli Truntum untuk seserahan putrinya, Semarang
Saya minta video call sebelum transfer, dan mereka menghidupkan kamera di depan wajan lilin selama dua puluh menit tanpa mengeluh. Ibu Wagiyem bahkan menunjukkan cantingnya yang mata tiga.Kolektor wastra, Jakarta Selatan
Indigonya makin dalam setelah empat tahun dipakai dan dicuci lerak. Kain cap saya dari toko sebelah sudah memudar di tahun kedua.Pelanggan sejak 2021, Surabaya
Mereka menolak pesanan saya karena motif yang saya minta bukan motif Solo, dan malah memberi nomor pembatik di Pekalongan. Saya beli dua kain setelah itu.Pembeli pertama kali, Bandung

Yang ditanyakan sebelum transfer

Bagaimana saya tahu ini benar-benar tulis?

Balik kainnya. Pada batik tulis, lilin tembus ke belakang dan garisnya bergetar sedikit, tidak pernah simetris sempurna. Kami juga membuka video call dua puluh menit dari depan wajan lilin, tanpa janji temu, pada jam kerja bengkel.

Kenapa harganya berbeda jauh antar kain?

Yang menentukan adalah jumlah warna dan jumlah isen. Kawung Indigo satu warna selesai sembilan minggu dan berharga Rp3.200.000. Truntum tiga warna dengan isen penuh butuh dua puluh dua minggu dan berharga Rp6.400.000.

Bisakah saya memesan motif tertentu?

Bisa, tiga slot saja, dibuka setiap Senin pertama bulan. Uang muka lima puluh persen kami teruskan utuh ke pembatiknya di hari yang sama. Waktu pengerjaan empat bulan, dan kami akan menolak kalau motifnya bukan motif yang pembatik kami kuasai.

Apa yang tidak kalian jual?

Batik cap, batik cetak, dan titipan dari bengkel lain. Kami hanya menjual kain yang seluruh tahapnya dikerjakan sebelas orang di Kauman, atau kain Lasem yang kami antar dan jemput sendiri.

Kalau ada cacat bagaimana?

Kain yang lilinnya retak dan warnanya merembes tidak kami perbaiki. Kami tandai, turunkan harganya dua puluh lima persen, dan tulis letak retaknya di kartu. Rata-rata tiga kain setahun berakhir begitu.

Bagaimana merawatnya?

Cuci tangan dengan lerak, jangan diperas, jemur terbalik di tempat teduh. Jangan disetrika langsung, alasi kain lain. Panduan satu halaman ikut di setiap pengiriman, dan kami menerima kain lama untuk dicuci ulang tanpa biaya.

Datang ke bengkel, bukan ke toko

Jalan Cakra II No 7, Kampung Batik Kauman, Surakarta

Selasa sampai Minggu, 09.00 sampai 16.00. Senin tutup karena hari nglorod.

Pesan lewat WhatsApp