Tiga perajin perak terakhir di sebuah gang Kotagede bekerja selepas isya, ketika suara palu tidak lagi mengganggu tetangga.
Dokumenter Pendek Terbaik, Pekan Dokumenter Mataram
3 festival · 1 penghargaan
Masuk ke film: Sunyi di KotagedeSutradara film pendek dan dokumenter
Saya membuat film tentang orang yang tetap bekerja ketika kota sudah tidur: perajin perak, kondektur bus malam, nelayan yang menunggu ombak. Enam film sejak 2018, semuanya direkam di Jawa.
Sedang menyunting film panjang pertama. Terbuka untuk kolaborasi mulai Februari 2027.
Setiap cincin adalah satu film, diwarnai cahaya tempat ia direkam. Gulir, dan filmnya keluar dari lorong satu per satu.
Tiga perajin perak terakhir di sebuah gang Kotagede bekerja selepas isya, ketika suara palu tidak lagi mengganggu tetangga.
Dokumenter Pendek Terbaik, Pekan Dokumenter Mataram
3 festival · 1 penghargaan
Masuk ke film: Sunyi di KotagedeSeorang kondektur dan seorang gadis yang baru pertama kali ke kota berbagi perjalanan terakhir bus malam dari Wonosari ke Yogyakarta.
Di pantai Ngrenehan, para nelayan menunggu ombak reda sambil memperbaiki jaring yang sama setiap malam.
Penghargaan Juri, Mekong Doc Forum
3 festival · 1 penghargaan
Masuk ke film: Laut Selatan Tidak Pernah TidurSatu musim panen di lereng Sumbing, ketika seluruh desa tidur di gudang pengeringan bersama daun tembakaunya.
Dokumenter Terbaik, Festival Film Pendek Rawa Pening
2 festival · 1 penghargaan
Masuk ke film: Asap TembakauDi hari terakhirnya bekerja, seorang masinis membawa kereta lokal yang esok pagi berhenti beroperasi.
Nenek saya menanam kacang di ladang tadah hujan Gunungkidul dan menunggu hujan pertama dengan menghitung semut.
Sutradara Baru Terbaik, Layar Pesisir
2 festival · 1 penghargaan
Masuk ke film: Mbah Darmi Menunggu HujanCeritakan siapa orangnya, di mana tempatnya, dan kapan cahayanya paling bagus. Saya membalas dalam dua hari kerja.