Laras Wibisono

Dr. · Peneliti data iklim · Bandung

Laras Wibisono

Saya membaca kabut di atas Bandung dari cahaya bintang. Sejak 2009 saya mengukur aerosol, hujan ekstrem, dan langit malam yang makin terang, sebagian besar dari atap Observatorium Cikole di Lembang.

Pengamatan
Observatorium Cikole, Lembang
Waktu setempat
19.19 WIB
Epok J2026,8
6°49′ LS · 107°37′ BT · 1.310 mdpl
Peta Rasi Laras: 14 tonggak karier dari 2009 sampai 2026, dirinci di log pengamatan.

Setiap bintang satu tonggak karier: makin terang, makin besar bobotnya. Garisnya menyambung sesuai urutan waktu.

Observatorium Cikole, Lembang19.19 WIB

Log pengamatan

Bagaimana rasi ini terbentuk.

Setiap tonggak, sesuai urutan terbitnya. Gulir pelan, dan garis rasinya tersambung satu per satu.

14 bintang · 2009 sampai 2026

  1. S1 Meteorologi

    Institut Teknologi Bandung

    Skripsi tentang hujan lebat sore hari di Cekungan Bandung.

  2. S2 Sains Atmosfer

    Institut Teknologi Bandung

    Tesis pertama saya soal aerosol, diukur dari foto langit siang.

  3. Beasiswa doktoral

    LPDP

    Empat tahun di Reading, biaya penuh.

  4. Cahaya bintang sebagai pengukur aerosol

    Atmospheric Measurement Letters

    Makalah pertama saya, kini dikutip 142 kali.

  5. Doktor Ilmu Atmosfer

    University of Reading

    Disertasi: membaca aerosol kota tropis dari fotometri bintang.

  6. Peneliti

    Pusat Kajian Iklim Priangan

    Pulang ke Bandung dan membangun tim data dari nol.

  7. Jaringan fotometer langit

    12 atap sekolah di Cekungan Bandung

    Dua belas alat ukur, dirawat bersama guru dan siswa.

  8. Langit Bandung, 2010 sampai 2020

    Journal of Urban Night Sky

    Langit malam Bandung 41% lebih terang dalam sepuluh tahun.

  9. Hibah riset prakiraan banjir

    Dana Riset Iklim Nusantara

    Tiga tahun, Rp 1,8 miliar, empat lembaga mitra.

  10. Peringatan dini banjir Citarum

    Bersama 14 kecamatan di hulu Citarum

    Peringatan banjir kini tiba enam jam lebih awal.

  11. Anugerah Peneliti Muda Bidang Iklim

    Akademi Sains Priangan

    Untuk model peringatan dini banjir Citarum.

  12. Kepala Lab Data Iklim

    Pusat Kajian Iklim Priangan

    Memimpin sembilan peneliti dan dua insinyur data.

  13. Langit Terbuka: data sepuluh tahun

    Data Journal of Tropical Atmosphere

    Seluruh data fotometer kami, bebas diunduh siapa saja.

  14. Atlas Kabut Jawa Barat

    Pusat Kajian Iklim Priangan

    Peta aerosol harian untuk 27 kabupaten dan kota. Sedang berjalan.

Siapa saya

Saya mengukur langit untuk membaca udara.

Dari atap observatorium, cahaya bintang yang meredup memberi tahu saya seberapa pekat kabut di atas kota. Data itu saya pakai untuk hal yang lebih membumi: peringatan banjir, kualitas udara di sekolah, dan langit malam yang bisa dinikmati anak-anak Bandung lagi.

Selengkapnya tentang saya

Publikasi terbaru

Semua publikasi

  1. Wibisono, L., Siregar, M., & Anggraini, P. (2025). Langit Terbuka: ten years of stellar photometry over a tropical city. Data Journal of Tropical Atmosphere, 4(2), 88-97. https://doi.org/10.5555/djta.2025.0402 (Data)

    3 sitasi
  2. Wibisono, L., Hartono, D., Siregar, M., & Nugraha, A. (2024). Six hours earlier: machine-learned flood warnings for the upper Citarum. Journal of Tropical Hydrology, 31(1), 45-62. https://doi.org/10.5555/jth.2024.3101 (Jurnal)

    18 sitasi
  3. Wibisono, L., & Nugraha, A. (2023). Nowcasting banjir dari radar cuaca dan pos pantau komunitas. Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer, hlm. 112-118. https://doi.org/10.5555/snsa.2023.0112 (Konferensi)

    9 sitasi

Mari memetakan langit bersama.

Saya terbuka untuk kolaborasi riset, undangan bicara, dan membimbing mahasiswa yang penasaran pada data iklim. Kirim pesan, saya balas dalam dua hari kerja.

Lintang WalukuBajak di langit: petani Jawa membaca musim tanam darinya