Dr. · Peneliti data iklim · Bandung
Laras Wibisono
Saya membaca kabut di atas Bandung dari cahaya bintang. Sejak 2009 saya mengukur aerosol, hujan ekstrem, dan langit malam yang makin terang, sebagian besar dari atap Observatorium Cikole di Lembang.
Setiap bintang satu tonggak karier: makin terang, makin besar bobotnya. Garisnya menyambung sesuai urutan waktu.
Observatorium Cikole, Lembang19.19 WIB
Log pengamatan
Bagaimana rasi ini terbentuk.
Setiap tonggak, sesuai urutan terbitnya. Gulir pelan, dan garis rasinya tersambung satu per satu.
S1 Meteorologi
Institut Teknologi Bandung
Skripsi tentang hujan lebat sore hari di Cekungan Bandung.
S2 Sains Atmosfer
Institut Teknologi Bandung
Tesis pertama saya soal aerosol, diukur dari foto langit siang.
Beasiswa doktoral
LPDP
Empat tahun di Reading, biaya penuh.
Cahaya bintang sebagai pengukur aerosol
Atmospheric Measurement Letters
Makalah pertama saya, kini dikutip 142 kali.
Doktor Ilmu Atmosfer
University of Reading
Disertasi: membaca aerosol kota tropis dari fotometri bintang.
Peneliti
Pusat Kajian Iklim Priangan
Pulang ke Bandung dan membangun tim data dari nol.
Jaringan fotometer langit
12 atap sekolah di Cekungan Bandung
Dua belas alat ukur, dirawat bersama guru dan siswa.
Langit Bandung, 2010 sampai 2020
Journal of Urban Night Sky
Langit malam Bandung 41% lebih terang dalam sepuluh tahun.
Hibah riset prakiraan banjir
Dana Riset Iklim Nusantara
Tiga tahun, Rp 1,8 miliar, empat lembaga mitra.
Peringatan dini banjir Citarum
Bersama 14 kecamatan di hulu Citarum
Peringatan banjir kini tiba enam jam lebih awal.
Anugerah Peneliti Muda Bidang Iklim
Akademi Sains Priangan
Untuk model peringatan dini banjir Citarum.
Kepala Lab Data Iklim
Pusat Kajian Iklim Priangan
Memimpin sembilan peneliti dan dua insinyur data.
Langit Terbuka: data sepuluh tahun
Data Journal of Tropical Atmosphere
Seluruh data fotometer kami, bebas diunduh siapa saja.
Atlas Kabut Jawa Barat
Pusat Kajian Iklim Priangan
Peta aerosol harian untuk 27 kabupaten dan kota. Sedang berjalan.
Siapa saya
Saya mengukur langit untuk membaca udara.
Dari atap observatorium, cahaya bintang yang meredup memberi tahu saya seberapa pekat kabut di atas kota. Data itu saya pakai untuk hal yang lebih membumi: peringatan banjir, kualitas udara di sekolah, dan langit malam yang bisa dinikmati anak-anak Bandung lagi.
Sedang diamati
Objek di katalog riset saya.
Setiap proyek riset saya catat seperti objek langit dalam: bernomor katalog, berperiode, dan dengan temuan yang bisa diperiksa.
- LAR 1 · Berjalan
Kabut dari cahaya bintang
2015 sampai sekarangMengukur aerosol di atas Cekungan Bandung dari seberapa redup cahaya bintang ketika sampai di teleskop.Buka catatan pengamatan - LAR 2 · Selesai
Peringatan dini banjir Citarum
2021 sampai 2024Model pembelajaran mesin yang membaca radar cuaca dan sensor sungai untuk memberi peringatan banjir lebih awal di hulu Citarum.Buka catatan pengamatan - LAR 3 · Berjalan
Langit Bandung makin terang
2019 sampai sekarangDua belas fotometer di atap sekolah mencatat seberapa terang langit malam Bandung, setiap malam, bersama guru dan siswa.Buka catatan pengamatan
Publikasi terbaru
Wibisono, L., Siregar, M., & Anggraini, P. (2025). Langit Terbuka: ten years of stellar photometry over a tropical city. Data Journal of Tropical Atmosphere, 4(2), 88-97. https://doi.org/10.5555/djta.2025.0402 (Data)
3 sitasiWibisono, L., Hartono, D., Siregar, M., & Nugraha, A. (2024). Six hours earlier: machine-learned flood warnings for the upper Citarum. Journal of Tropical Hydrology, 31(1), 45-62. https://doi.org/10.5555/jth.2024.3101 (Jurnal)
18 sitasiWibisono, L., & Nugraha, A. (2023). Nowcasting banjir dari radar cuaca dan pos pantau komunitas. Prosiding Seminar Nasional Sains Atmosfer, hlm. 112-118. https://doi.org/10.5555/snsa.2023.0112 (Konferensi)
9 sitasi
Mari memetakan langit bersama.
Saya terbuka untuk kolaborasi riset, undangan bicara, dan membimbing mahasiswa yang penasaran pada data iklim. Kirim pesan, saya balas dalam dua hari kerja.