Koperasi tenun ikat, Kaliuda, Sumba Timur

Motifnya muncul saat ikatan dibuka

Gulir dan benang lungsi di atas melewati urutan yang sebenarnya: 280 ikatan dipasang, bak nila dilewati, ikatan dibuka lalu 76 ikatan baru dipasang, bak mengkudu dilewati, dan gambar baru terlihat setelah semuanya lepas. Lima puluh dua minggu untuk satu kain.

Pewarna akar dan daun saja14 penenun52 minggu satu kain

52 minggu untuk satu hinggi kombu, dihitung dari memintal sampai kain turun14 penenun di tiga kampung, Kaliuda, Watupuda, dan Mburukulu356 ikatan pada kain di halaman depan, dihitung satu per satu62 persen harga jual masuk ke penenun, sisanya bahan dan koperasi

Tujuh tahap, lima puluh dua minggu

  1. Memintal dan menganji, 10 minggu

    Kapas kebun dipintal dengan gelendong tangan, lalu dikanji memakai bubur ubi dan kemiri supaya benang tidak putus di bak celup. Satu kain butuh 1.320 helai lungsi.

  2. Memasang lungsi, 2 hari

    Benang direntang di rangka ikat, bukan di alat tenun, karena yang diikat adalah benang lungsi sebelum ditenun. Rentangannya harus rata, dan yang miring dibongkar ulang.

  3. Ikatan pertama, 3 minggu

    280 ikatan dari pelepah gewang yang dibelah tipis. Ikatan inilah yang menahan warna, jadi simpul yang longgar akan kemasukan nila dan gambarnya kabur.

  4. Celup nila, 9 minggu

    Empat belas kali celup di bak daun tarum dengan kapur sirih, dengan jeda kering dua hari di antaranya. Warna biru baru jadi setelah benang bertemu udara, bukan di dalam bak.

  5. Buka ikatan, ikat lagi, 3 minggu

    Ikatan pertama dilepas satu per satu, lalu 76 ikatan baru dipasang di tempat yang berbeda. Bagian yang kali ini diikat adalah yang nanti tetap biru.

  6. Celup mengkudu, 16 minggu

    Akar mengkudu ditumbuk bersama kulit loba dan minyak kemiri. Ini tahap terlama karena merahnya harus dibangun berlapis, dan tiap lapis butuh jemur penuh.

  7. Menenun, 11 minggu

    Alat gedog, empat jam sehari, lebih dari itu punggung penenun tidak bertahan. Kain turun dari alat, didiamkan enam minggu, lalu dicuci di kali dan dijemur teduh.

Alat gedog, dengan seribu tiga ratus dua puluh helai lungsi di atasnya

Kain yang ada sekarang

Hinggi Kombu Ana MburungSiap kirim

52 minggu, ditenun Rambu Kahi Hamba. Benang kapas pintal tangan, nila dan mengkudu. Motif kuda dan andung, 356 ikatan. Ukuran 260 kali 120 sentimeter.

Rp28.500.000

Hinggi Kaworu Patola RatuSelesai Februari

94 minggu, ditenun Rambu Dai Ndapawole. Motif patola ratu yang dulu hanya boleh dipakai keluarga bangsawan, 1.104 ikatan, dan tiga kali celup ulang karena merahnya kurang tua.

Rp42.000.000

Hinggi Kombu Karihu

38 minggu, ditenun Rambu Ana Bili. Motif udang dan ayam di lima jalur, tanpa jalur tengah, jadi ikatannya lebih sedikit dan waktunya lebih pendek.

Rp16.800.000

Selendang Lau Pahikung

17 minggu, ditenun Rambu Tamu Rara. Teknik pahikung dengan benang tambahan, bukan ikat, jadi motifnya dibangun saat menenun dan bukan saat mencelup.

Rp6.400.000

Hinggi benang pabrik

9 minggu, benang katun pabrik dengan pewarna nila dan mengkudu yang sama. Kami menjualnya apa adanya sebagai kain latihan penenun muda, bukan sebagai kain adat.

Rp3.900.000

Kenapa kami menolak tenggat di bawah sembilan bulan

Yang menentukan lama satu kain bukan kecepatan tangan, melainkan waktu tunggu warna. Nila hanya menjadi biru setelah benang diangkat dan bertemu udara, jadi empat belas celup berarti empat belas kali jemur. Mengkudu lebih keras kepala lagi: merah tua hanya muncul setelah lapisan kesekian, dan setiap lapis minta jemur penuh tanpa hujan.

Karena itu kami menolak pesanan dengan tenggat di bawah sembilan bulan. Pernah kami terima satu pada 2019, untuk pameran di Jakarta, dan jalan keluarnya waktu itu mengurangi celup mengkudu dari enam belas minggu menjadi tujuh. Kainnya terkirim tepat waktu, warnanya pudar dalam dua tahun, dan kami mengembalikan uangnya.

Harga kami tulis terbuka. Enam puluh dua persen dari harga jual masuk ke penenun, delapan belas persen untuk kapas, gewang, akar, dan kayu bakar, dan dua puluh persen untuk koperasi yang menanggung pengiriman, foto, dan pajak. Pembagian itu ditempel di dinding rumah tenun dan diperbarui tiap Januari.

Saya menunggu empat belas bulan dan kainnya datang dengan catatan tanggal tiap celup, ditulis tangan. Ratna, pembeli dari BandungYang saya beli kain latihan yang Rp3.900.000, dan mereka bilang sendiri itu benang pabrik. Jarang ada yang mau bilang begitu. Made, DenpasarKami memesan untuk pameran dan diminta memundurkan tanggalnya lima bulan. Mereka tidak mau memperpendek celupnya. Kurator Museum Tekstil, JakartaSejak masuk koperasi, kain saya dibayar sebelum laku, bukan setelah. Rambu Ana Bili, penenun WatupudaSaya menunggu empat belas bulan dan kainnya datang dengan catatan tanggal tiap celup, ditulis tangan. Ratna, pembeli dari BandungYang saya beli kain latihan yang Rp3.900.000, dan mereka bilang sendiri itu benang pabrik. Jarang ada yang mau bilang begitu. Made, DenpasarKami memesan untuk pameran dan diminta memundurkan tanggalnya lima bulan. Mereka tidak mau memperpendek celupnya. Kurator Museum Tekstil, JakartaSejak masuk koperasi, kain saya dibayar sebelum laku, bukan setelah. Rambu Ana Bili, penenun Watupuda

Yang ditanyakan pembeli

Kenapa harganya puluhan juta?

Satu hinggi kombu memakan 52 minggu kerja, dan 62 persen harganya masuk ke penenun. Kalau dibagi jam, upahnya masih di bawah upah minimum Sumba Timur.

Apakah warnanya luntur?

Nila dan mengkudu tidak luntur kalau dicuci dengan air dingin tanpa deterjen. Yang berubah adalah warnanya menua, merahnya makin dalam setelah lima sampai sepuluh tahun.

Bisa pesan motif sendiri?

Bisa untuk motif yang bukan motif adat. Motif patola ratu dan andung tidak kami buat atas pesanan bebas, karena keduanya punya aturan pemakaian di kampung kami.

Berapa lama menunggu?

Kain yang sudah jadi bisa dikirim dalam sepuluh hari. Kain pesanan minimal sembilan bulan, dan hinggi kombu penuh biasanya dua belas sampai dua puluh empat bulan.

Apakah ada kain yang lebih murah?

Ada, kain benang pabrik Rp3.900.000, dan kami menyebutnya begitu di label. Kami tidak menjual kain berpewarna sintetis, meski itu yang paling sering ditanyakan.

Bisa datang ke rumah tenun?

Bisa, Senin sampai Sabtu, 07.00 sampai 16.00, dari Waingapu sekitar dua setengah jam berkendara. Kabari dua hari sebelumnya supaya ada yang sedang mengikat saat kamu datang.

Tanyakan kain mana yang sedang di rangka

Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur

Rumah tenun Senin sampai Sabtu, 07.00 sampai 16.00

Pesan lewat WhatsApp