Gulir dan benang lungsi di atas melewati urutan yang sebenarnya: 280 ikatan dipasang, bak nila dilewati, ikatan dibuka lalu 76 ikatan baru dipasang, bak mengkudu dilewati, dan gambar baru terlihat setelah semuanya lepas. Lima puluh dua minggu untuk satu kain.
52 minggu untuk satu hinggi kombu, dihitung dari memintal sampai kain turun14 penenun di tiga kampung, Kaliuda, Watupuda, dan Mburukulu356 ikatan pada kain di halaman depan, dihitung satu per satu62 persen harga jual masuk ke penenun, sisanya bahan dan koperasi
Kapas kebun dipintal dengan gelendong tangan, lalu dikanji memakai bubur ubi dan kemiri supaya benang tidak putus di bak celup. Satu kain butuh 1.320 helai lungsi.
Benang direntang di rangka ikat, bukan di alat tenun, karena yang diikat adalah benang lungsi sebelum ditenun. Rentangannya harus rata, dan yang miring dibongkar ulang.
280 ikatan dari pelepah gewang yang dibelah tipis. Ikatan inilah yang menahan warna, jadi simpul yang longgar akan kemasukan nila dan gambarnya kabur.
Empat belas kali celup di bak daun tarum dengan kapur sirih, dengan jeda kering dua hari di antaranya. Warna biru baru jadi setelah benang bertemu udara, bukan di dalam bak.
Ikatan pertama dilepas satu per satu, lalu 76 ikatan baru dipasang di tempat yang berbeda. Bagian yang kali ini diikat adalah yang nanti tetap biru.
Akar mengkudu ditumbuk bersama kulit loba dan minyak kemiri. Ini tahap terlama karena merahnya harus dibangun berlapis, dan tiap lapis butuh jemur penuh.
Alat gedog, empat jam sehari, lebih dari itu punggung penenun tidak bertahan. Kain turun dari alat, didiamkan enam minggu, lalu dicuci di kali dan dijemur teduh.
52 minggu, ditenun Rambu Kahi Hamba. Benang kapas pintal tangan, nila dan mengkudu. Motif kuda dan andung, 356 ikatan. Ukuran 260 kali 120 sentimeter.
Rp28.500.000
94 minggu, ditenun Rambu Dai Ndapawole. Motif patola ratu yang dulu hanya boleh dipakai keluarga bangsawan, 1.104 ikatan, dan tiga kali celup ulang karena merahnya kurang tua.
Rp42.000.000
38 minggu, ditenun Rambu Ana Bili. Motif udang dan ayam di lima jalur, tanpa jalur tengah, jadi ikatannya lebih sedikit dan waktunya lebih pendek.
Rp16.800.000
17 minggu, ditenun Rambu Tamu Rara. Teknik pahikung dengan benang tambahan, bukan ikat, jadi motifnya dibangun saat menenun dan bukan saat mencelup.
Rp6.400.000
9 minggu, benang katun pabrik dengan pewarna nila dan mengkudu yang sama. Kami menjualnya apa adanya sebagai kain latihan penenun muda, bukan sebagai kain adat.
Rp3.900.000
Yang menentukan lama satu kain bukan kecepatan tangan, melainkan waktu tunggu warna. Nila hanya menjadi biru setelah benang diangkat dan bertemu udara, jadi empat belas celup berarti empat belas kali jemur. Mengkudu lebih keras kepala lagi: merah tua hanya muncul setelah lapisan kesekian, dan setiap lapis minta jemur penuh tanpa hujan.
Karena itu kami menolak pesanan dengan tenggat di bawah sembilan bulan. Pernah kami terima satu pada 2019, untuk pameran di Jakarta, dan jalan keluarnya waktu itu mengurangi celup mengkudu dari enam belas minggu menjadi tujuh. Kainnya terkirim tepat waktu, warnanya pudar dalam dua tahun, dan kami mengembalikan uangnya.
Harga kami tulis terbuka. Enam puluh dua persen dari harga jual masuk ke penenun, delapan belas persen untuk kapas, gewang, akar, dan kayu bakar, dan dua puluh persen untuk koperasi yang menanggung pengiriman, foto, dan pajak. Pembagian itu ditempel di dinding rumah tenun dan diperbarui tiap Januari.
Saya menunggu empat belas bulan dan kainnya datang dengan catatan tanggal tiap celup, ditulis tangan.Ratna, pembeli dari Bandung
Yang saya beli kain latihan yang Rp3.900.000, dan mereka bilang sendiri itu benang pabrik. Jarang ada yang mau bilang begitu.Made, Denpasar
Kami memesan untuk pameran dan diminta memundurkan tanggalnya lima bulan. Mereka tidak mau memperpendek celupnya.Kurator Museum Tekstil, Jakarta
Sejak masuk koperasi, kain saya dibayar sebelum laku, bukan setelah.Rambu Ana Bili, penenun Watupuda
Saya menunggu empat belas bulan dan kainnya datang dengan catatan tanggal tiap celup, ditulis tangan.Ratna, pembeli dari Bandung
Yang saya beli kain latihan yang Rp3.900.000, dan mereka bilang sendiri itu benang pabrik. Jarang ada yang mau bilang begitu.Made, Denpasar
Kami memesan untuk pameran dan diminta memundurkan tanggalnya lima bulan. Mereka tidak mau memperpendek celupnya.Kurator Museum Tekstil, Jakarta
Sejak masuk koperasi, kain saya dibayar sebelum laku, bukan setelah.Rambu Ana Bili, penenun Watupuda
Satu hinggi kombu memakan 52 minggu kerja, dan 62 persen harganya masuk ke penenun. Kalau dibagi jam, upahnya masih di bawah upah minimum Sumba Timur.
Nila dan mengkudu tidak luntur kalau dicuci dengan air dingin tanpa deterjen. Yang berubah adalah warnanya menua, merahnya makin dalam setelah lima sampai sepuluh tahun.
Bisa untuk motif yang bukan motif adat. Motif patola ratu dan andung tidak kami buat atas pesanan bebas, karena keduanya punya aturan pemakaian di kampung kami.
Kain yang sudah jadi bisa dikirim dalam sepuluh hari. Kain pesanan minimal sembilan bulan, dan hinggi kombu penuh biasanya dua belas sampai dua puluh empat bulan.
Ada, kain benang pabrik Rp3.900.000, dan kami menyebutnya begitu di label. Kami tidak menjual kain berpewarna sintetis, meski itu yang paling sering ditanyakan.
Bisa, Senin sampai Sabtu, 07.00 sampai 16.00, dari Waingapu sekitar dua setengah jam berkendara. Kabari dua hari sebelumnya supaya ada yang sedang mengikat saat kamu datang.
Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur
Rumah tenun Senin sampai Sabtu, 07.00 sampai 16.00