Gulir dan garis waktu di atas berjalan: enam potongan dengan lensanya masing-masing, suara di bawahnya, dan potongan yang sedang tayang menyala merah. Ini susunan kasar, bagian yang menentukan apakah sebuah film jadi atau tidak.
Profil pasar tradisional untuk pemerintah kota. Kendalanya cahaya: pasar paling hidup jam empat pagi, saat lampunya kuning dan kamera apa pun kesulitan.
Syuting tiga pagi berturut-turut dengan satu lampu kecil dan lensa cepat. Ditayangkan di dua puluh kanal dan dipakai kota sebagai bahan wisata sampai sekarang.
Sekolah dasar dengan dua belas murid yang hampir ditutup. Yang sulit bukan gambar melainkan izin: anak di bawah umur, dan tidak semua orang tua setuju direkam.
Tujuh dari dua belas keluarga memberi izin tertulis, dan filmnya disusun supaya utuh tanpa lima anak lainnya. Sekolah itu tidak jadi ditutup.
Iklan untuk pemanggang kopi kecil dengan anggaran satu hari syuting dan tanpa pemain bayaran.
Satu hari, dua lensa, pemiliknya sendiri yang muncul. Penjualan daring naik 40 persen dalam dua bulan setelah tayang.
Yang pernah bekerja sama
Sendiri, Malang
Film pendek untuk pemerintah daerah, yayasan, dan usaha kecil. Rata-rata delapan belas film setahun.
Sebuah rumah produksi
Menyunting iklan dan dokumenter pendek. Di sini saya belajar bahwa susunan kasar yang buruk tidak bisa diselamatkan olah warna.
Sebuah rumah produksi
Menjaga fokus dan mencatat materi. Kebiasaan menulis catatan materi lengkap berasal dari masa ini.
Ceritakan siapa yang ingin kamu rekam dan kenapa sekarang. Dari situ saya bisa memperkirakan berapa hari syuting dan berapa panjang filmnya, sebelum bicara biaya.